Selamat datang di blog coretan nak bangsa,semua postingan blog ini adalah coretan,inspirasi,dan kritikan dari rakyat Indonesia. yang mau membuat postingan inspirasi,kritikan,dll hubungi e-mail anakcool21@gmail.com dan di tayangkan di blog ini terimakasih

Kamis, 05 Januari 2012

Aksi Jahit Mulut Di Depan Gedung DPR DAN MPR

Warga Pulau Padang Rela Dijahit Mulut Hingga Ajal Menjemput
Apakah anda masih teringat dengan aspirasi seperti ini,?
pasti anda ingat, ini adalah aspirasi dari warga Pulau Padang Riau yang menuntut penolak kegiatan PT.Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pulau Padang dengan menjahit mulutnya sendiri. Mereka menjahit mulutnya di depan gedung DPR dan MPR.

Mungkin pendapat saya: mereka (Pendemo) melihat anggota dpr yang hanya bisa terdiam dan menutup mulut melihat penderitaan yang sedang mereka hadapi di tanah kelahirannya sendiri (Pulau Padang Riau)

Anak Indonesia Raih Medali Emas di Olimpiade Fisika Israel


   Coretannakbangsa - Pelajar Indonesia terus menunjukkan konsistensinya mengharumkan nama bangsa di dunia. Pada ajang Olimpiade Fisika Tingkat Asia atau Asian Physics Olympiad di Tel Aviv, Israel, 1-9 Mei 2011, pelajar Indonesia menyumbangkan satu medali emas dan dua honorable mention. Medali emas diraih Evan Laksono (SMAK IPEKA Tomang, Jakarta). Adapun honorable mention dipersembahkan Erwin Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan) dan Limiardi Eka (SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang).
Hendra Kwee, pemimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Minggu (8/5/2011), mengatakan, peserta Asian Physics Olympiad (APhO) tahun ini berasal dari 16 negara. Indonesia termasuk enam negara yang berhasil mendapatkan medali emas bersama China, Taiwan, Israel, Rusia, dan Hongkong.
Awalnya, APhO diprakarsai Profesor Yohanes Surya tahun 2000. Indonesia selalu meraih emas sejak APhO 2005 hingga pelaksanaan tahun ke-12 kali ini. Tim Indonesia di APhO tahun ini dipimpin tiga dosen dari STKIP Surya, yaitu Dr Hendra Kwee, Dr Zainul Abidin dan Dr Herry Kwee, yang merupakan alumnus TOFI.
Alumnus TOFI 2010, Kevin Soedyatmiko dari SMAN 12 Jakarta, juga membantu sebagai salah satu anggota staf pada tim tahun ini. Kelima siswa dan tim pemimpin dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Selasa (10/5/2011).
Hendra mengatakan, mulai tahun ini keikutsertaan pelajar Indonesia ke APhO tidak mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Nasional. Keberangkatan tim didukung Prof Yohanes Surya lewat Surya Institute dan STKIP Surya. Sebelumnya, pelajar Indonesia yang dikirim ke APhO adalah yang dipersiapkan untuk berkompetisi di ajang Olimpiade Fisika Internasional.
“Dengan kebijakan pemerintah yang berubah, kami belum tahu apakah siswa yang berprestasi di APhO akan diikutkan ke tingkat internasional. Kami harapkan, ada kesempatan itu,” kata Hendra.
Sumber: KOMPAS

ABG 13 Tahun Temukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Paling Mutakhir


aidan dwyer ABG 13 Tahun Temukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Paling MutakhirCoretannakindonesia - Aidan Dwyer, pelajar kelas 7 asal New York menemukan sebuah alat yang dapat mengumpulkan energi listrik melalui tenaga surya.
Pembangkit listrik tenaga matahari memang bukan hal yang aneh, namun alat temuan Dwyer mampu menjaring energi listrik hingga 50% lebih besar dari pembangkit tenaga surya lainnya.
Seperti diberitakan Gizmodo, temuannya ini bermula saat dirinya tengah berjalan menyusuri hutan di musim dingin. Dwyer memperhatikan bentuk dahan di pohon-pohon yang dilaluinya. Dwyer yakin, dahan-dahan itu tidak tumbuh sembarangan, melainkan disusun mengikuti komposisi tertentu.
Dia kemudian mengukur sudut tumbuhnya dahan dan menemukan teori yang mengejutkan. Dahan-dahan pohon rupanya tumbuh mengikuti bilangan Fibonacci.
Bilangan Fibonacci merupakan baris angka yang diperoleh dari penambahan dua angka sebelumnya, seperti 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, dan seterusnya.
Deret bilangan ini pertama kali digunakan Gopala dan Hemachandra, matematikawan asal India di tahun 1150.
Terkejut dengan temuannya sendiri, Dwyer lalu mencari tahu apa pengaruhnya. Rupanya dengan susunan semacam itu, pohon mampu meresap sinar matahari lebih banyak bagi pertumbuhan dahannya.
Dwyer melanjutkan temuannya dengan membuat sebuah eksperimen. Dwyer membuat dua model panel solar, yang pertama dengan konsep tradisional dengan panel yang ditempatkan dalam susunan sejajar, dan yang lainnya mengikuti deret Fibonacci.
“Panel dengan desain seperti pohon mengumpulkan listrik 20% lebih banyak dan lebih lama 2,5 jam di siang hari,” ungkap Dwyer kepada American Museum of Natural History.
Hasil yang lebih mengejutkan didapat di bulan Desember, saat matahari berada di titik terendah di langit. Panel surya dengan bentuk pohon menghasilkan listrik 50% lebih banyak dan pengumpulan sinar 50 persen lebih lama.
“Hal terbaik yang saya dapat dari hal ini ialah walau di hari tergelap di musim dingin sekalipun, alam tetap menunjukkan rahasianya,” tandas Dwyer.
Sumber : tabloidbintang.com

Selasa, 03 Januari 2012

Isi sumpah pemuda


1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Selamat hari Sumpah Pemuda